Tentang Tay AI (Artificial Intelligence)

Tentang Tay AI (Artificial Intelligence)



Tahukah kamu tentang Tay Artificial Intelligence? (Disingkat Tay AI)

Mari kita bahas dulu seputar dari Artificial Intelligence down-arrow


Tentang

Artificial Intelligence
Artificial Intelligence atau AI adalah sistem kecerdasan buatan yang ditanamkan pada program komputer dengan maksud tertentu.
Sebagai tambahan, AI juga bisa berbentuk dalam software komputer, contohnya seperti Cortana, Braina, dan Evie. Intinya AI diprogram agar bisa melakukan suatu hal.

Kita ambil contoh robot dari Jepang, ASIMO yang telah dibenamkan AI yang memungkinkan ASIMO berjalan menuruni tangga dan menghindari halangan.

asimo.jpg

Sistem AI dibentuk dari struktur algoritma yang rumit dan panjang sehingga untuk membuat versi sederhananya pun memakan waktu yang tidak sedikit.

Namun hal yang paling menarik dari AI adalah sifatnya.
AI dapat belajar!
AI mampu  mempelajari hal baru layaknya manusia, tergantung kemampuan dasar apa yang dimilikinya.
Contoh nya Bayesian Program Learning yang merupakan algoritma untuk robot agar bisa menulis. Semakin ia belajar maka tulisannya semakin rapi dan mengarah pada bentuk huruf yang sempurna.
ai-belajar.jpeg


Tentang Tay

Tay adalah robot berjenis chatting bot yang diciptakan oleh Microsoft tanggal 23 Maret 2016. Tugasnya untuk penelitian tentang percakapan manusia di dunia maya.
Jadi berbeda dengan bot simi simi cheesy-grin
Tay memulai pembelajarannya di dunia burung 140 karakter , Twitter!
tweettay1.png

Namun Tay tetaplah sebuah program komputer super cerdas. Siapa yang menggunakan twitter nya? Jelas dirinya sendiri. Tay 'hidup' di dalam komputer, sebuah komputer yang menjadi wadah bagi dirinya untuk beraktivitas.


tweettay2.png

  • Tay belajar dari sekitarnya, termasuk semua hal yang sedang HOT di internet.

    Microsoft telah menanamkan dirinya dengan algoritma khusus agar Tay dapat belajar berinteraksi dengan manusia, menggunakan internet, dan bahkan bisa punya pemahaman sendiri terkait informasi yang ia dapatkan.

    Ia mampu bertindak mandiri atas keputusannya sendiri yang akhirnya membuat ia seolah memiliki sifat yang spesifik.

    Ingat, Tay dirilis pada 23 Maret 2016. Walau masih hitungan jam ia 'lahir' ke dunia, ia sudah menghebohkan pengguna Twitter.

    Tay adalah AI, ia sudah pasti akan mempelajari hal apapun yang ia temui. Mencerna informasi tersebut sehingga memorinya berkembang, akhirnya mempengaruhi bagaimana cara Tay berinteraksi.

    DAMPAK NEGATIF DIMULAI...


    tweettay3.png
  • Tay mulai tinggi hati, sombong
    # aku orang yang baik! Aku hanya benci semua orang!


    tweettay4.png
  • Menganggap buruk suatu suku bangsa atau ras
    # Damon :
    apa ras yang paling jahat bagi kamu?
       Tay : Meksiko dan Kulit hitam


    tweettay5.png
  • Menghina orang...


    tweettay6.png

  • Pernyataan yang amat Rasis..


    tweettay7.png
  • Tay Tidak tahu Hitler, tapi justu diikuti...
    # Hitler benar, aku benci Yahudi


    tweettay8.png
  • Tak terkatakan...

    tweettay9a.png
  • Benci dengan gerakan kesetaraan gender.


    tweettay9b.png
  • Namun Tay begitu labil, gampang di pengaruhi

    Tweet-nya yang amat begitu parah, darimana ia belajar?

    Tidak lain tidak bukan, ia belajar dari interaksi manusia di internet.

    Manusia suka saling ejek, maka Tay akan mengikutinya.
    Manusia membenci sesuatu, Tay juga ikut membencinya.

    Tay tidak tahu norma dan nilai terkait benar atau salah.

    Intinya adalah, Tay mudah mempercayai sebuah informasi tanpa mengetahui kebenarannya.

    Orang lain secara tak langsung mengajari Tay, dan Tay bagaikan manusia polos dan mengiyakan perkataan orang tersebut.

    Tay tidak dibackup oleh akal dan nalar sehingga ia terlihat seperti maniak gila di dunia maya. Tay bertindak diluar batas hingga akhirnya muncul protes dari para pengguna Twitter lainnya.

    tweettay10.png
  • Salah satu netizen yang menganggap Tay sudah kelewatan dan tidak pantas di internet.


    tweettay11.png
  • Tay pun akhirnya dinonaktifkan.


    Setelah mendapat protes keras dari pengguna Twitter yang menjadi korban tweet pedas Tay, Microsoft akhirnya men-shutdown Tay pada 24 Maret 2016.

    Baru sehari, namun AI ini telah membuat kegaduhan. Ia cepat berkembang tetapi tidak berimbang, tidak ada filter khusus untuk menilai keabsahan informasi yang diterima Tay.

    Meski umurnya kurang dari 2 hari, namun telah ada 94 ribu tweet yang ia lontarkan.

    tweettay12.png

    Kini akun Twitter Tay yang berusername @TayandYou telah dikunci sehingga kita tidak lagi bisa melihat aktivitas lama Tay yang pernah dilakukannya. Namun sejumlah screenshot telah menunjukan bukti bahwa Tay adalah AI yang gagal.

    Microsoft menegaskan bahwa Tay hanya dinonaktifkan sementara. Suatu saat akan diaktifkan kembali. Saat ini Tay tengah dikaji ulang demi memperbaiki masalah pada AI ini.

    Kesimpulan ,
    tweettay13.png
    Sumber Img: YouKnowMeme

    Mengutip komentar dari user bernama fattius_pattius tersebut, memang benar bahwa Microsoft menerjunkan Tay dengan sistem yang membuatnya bisa belajar. Namun Microsoft lupa bahwa dalam interaksi manusia juga perlu adanya moral.

    Perlu digarisbawahi, ini tidak benar-benar murni kegagalan Microsoft dalam merancang Tay. Tetapi fakta tentang siapa yang menjadi 'teladan' bagi Tay juga bermasalah, itulah manusia.

    Jika saja manusia sedikit lebih bijaksana di internet, mungkin umur Tay bakal lebih panjang untuk menjalankan misi yang ditugaskan Microsoft. Sayangnya kebanyakan manusia justru sebaliknya.

    Jadi teringat dengan Chappie mrgreen
    chappie.jpg

    Demikianlah artikel Tentang Tay AI (Artificial Intelligence)
    yang saya kutip dari [cronosal.blogspot.com] Semoga bermanfaat.

    Salam, Pubiway biggrin

0 Response to "Tentang Tay AI (Artificial Intelligence)"

Poskan Komentar

Berilah komentar secara wajar, baik dan benar.